News Flash

Rabu, 03 Februari 2010

Petani Rumput Laut 'Menjerit'

Butuh Bantuan Pemerintah Basmi Hama

SINJAI-RS. Puluhan petani rumput laut yang berada di Desa Kambuno Kecamatan Pulau Sembilan 'menjerit' akibat hama melanda tanamannya. Petani mengaku gagal panen dan rela menanggung resiko kerugian. Hal tersebut diutarakan Kasman, salah seorang petani rumput laut di desa Kambuno Pulau Seribu. Menurutnya, rumput laut yang ditanam hanya bisa bertahan hingga 15 hari. Melewati hari tersebut, lanjutnya, batang tanaman rumput lautnya akan berwarna kuning. Sehingga rumput laut akan rontok jika sudah memasuki hari ke-25.

"Kalo masuk hari ke-25, biasa jatuh-jatuh. Mungkin kena hama,"ungkapnya kepada Radar Sinjai Selasa (2/2) kemarin.

Akibat hama tersebut hasil panen berkurang drastis dibanding tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, setiap petani hanya memanen maksimal 1 ton. Padahal tahun 2007, mampu menghasilkan ratusan ton.

"Dulu kita bisa panen ratusan ton. Sekarang biar satu ton tidak ada padahal bibitnya belum dibayar,"katanya.

Memang tahun 2007 lalu, petani Rumput laut di desa ini mampu menghasilkan ribuan ton. Bahkan menurut Kasman pernah menjual rumput laut hingga miliaran rupiah. Lantas mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten sebesar Rp 700 hingga Rp 800 juta. Namun sekarang mereka hanya mendapat bantuan Rp 80 juta karena produksi berkurang.

"Kita sekarang tinggal mendapat bantuan 80 juta. Itupun macet-macet. Karena gagal panen terus,"keluh Kasman.

Memang, rumput laut adalah salah satu komoditi yang diharapkan menjadi sumber pemasukan di Kabupaten Sinjai. Namun, masalah yang dihadapi petani ini, belum mendapat solusi. Kasman mengaku tidak pernah diperhatikan pemerintah. Pada dia telah berkali kali meminta bantuan untuk mendeteksi hama atau penyebab rontoknya tanaman rumput lautnya.

"Sudah berkali-kali saya tanyakan. Tapi belum ada solusinya,"ungkapnya. (mj)

0 comments:

Poskan Komentar

 

Home | Free Host 000webhost | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

Bojebook ©  | Powered : Blogger