News Flash

Rabu, 21 April 2010

Mirip Presenter TV One Tina Talisa Bugil di Facebook

Kasus foto bugil mahasiswi Bina Nusantara (Binus) belum juga berhasil diungkap pihak kepolisian. Kini muncul kasus baru. Foto bugil mirip presenter TvOne Tina Talisa terpajang foto seorang wanita bugil yang mirip dengan Tina. Namun sejumlah Facebookers meyakini itu bukan foto Tina.

Namun banyak Facebookers yang menjadi teman Tina kecele dan memuji foto itu sebagai Tina. Misalnya Ilham Warhamni yang menjadi teman Tina. Ini

aduh kasihan bngt ba tina d zalimi ama orang gila tapi bnrn apa kg tuh ba?........... klo bnran palaku jd mumet atas bawah

Akun facbook penggemar presenter acara 'Apa Kabar Indonesia Malam' itu kini memiliki 18,579 fans. Dalam akun itu, foto Tina berkacamata sedang memegang microphone menjadi foto profile dalam akun beralamat https://www.facebook.com/pages/Tina-Talisa/184336824414?v=wall. Namun kini alamat itu sudah diblokir.

Dalam tab info, dituliskan affiliation Tina adalah News Presenter. Ada nomor telepon juga yang dipublis dalam akun itu, yakni +628121075334. Dalam akun itu juga dituliskan, Tina lahir pada 24 Desember 1979.

Personal information dalam akun itu tertulis; Tina Talisa adalah Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Bandung tahun 2001. Dia juga mantan finalis Puteri Indonesia 2003, juara I Mojang Jawa Barat 2003 dan juara I Mojang Kota Bandung 2002.

Ketertarikannya di dunia broadcasting berawal saat bekerja di Radio Paramuda dan Radio Mustika. Karir news presenternya dimulai pada Agustus 2004 di TransTV. Pada Juni 2007, pindah ke Lativi yang sejak tahun 2008 berubah menjadi stasiun TV dengan fokus berita dan olahraga dengan nama TVOne.

Saat ini Tina Talisa sedang kuliah di Program Magister Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung.

Dalam Wall di akun facebook itu kini ramai komentar dari para penggemarnya terkait dengan adanya 6 foto bugil wanita mirip Tina dalam album fotonya.

Foto wanita mirip Tina itu sedang berpose tiduran di atas tempat tidur dengan seprei putih. Tak selembar benang pun yang menutupi tubuhnya. Pemasang keenam foto itu adalah seorang pengguna Facebook lain, atas nama Dewi Rusmini. Tidak jelas siapa Dewi ini, namun foto akunnya bertubuh kekar bak binaragawan, dengan kepala seorang perempuan.

Dari penelusuran tribun-timur.com di Facebook, kini terdapat sejumlah akun yang mengatasnamakan dirinya sebagai Tina Talisa. Entah yang mana yang benar.(kompas-tribun)
Selengkapnya >>

Sabtu, 13 Maret 2010

Pilkada Bulukumba Tetap 23 Juni

*Pemkab-DPRD Sepakat Kucurkan Anggaran

BULUKUMBA-RB. Keputusan KPU Bulukumba untuk menunda tahapan pilkada dianulir. Dalam waktu dekat, KPU menggelar rapat pleno untuk melanjutkan tahapan pilkada. Dipastikan, pilkada Bulukumba tetap akan digelar pada 23 Juni mendatang.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya kesepakatan antara eksekutif dan legislatif yang akan mengucurkan dana untuk pilkada sebesar Rp13,2 miliar ke KPU Bulukumba. Dana tersebut sudah diplot pada APBD 2010.

Adanya itikad baik dari kedua belah pihak itu, setelah digelar pertemuan dengan anggota KPU Sulsel, Divisi Sosialisasi Pendidikan Politik dan Pengembangan SDM KPU Sulsel, Syamsir Rahim, kemarin.

"Hasil monitoring kita ke legislatif dan eksekutif, semua masih berkeinginan keras melanjutkan tahapan Pilkada,"katanya saat menbggelar konferensi pers di KPU Bulukumba, kemarin. Adapun keterlambatan tahapan saat ini, menurutnya, tidak bermasalah. Berdasar hitung-hitungan, KPU Bulukumba masih bisa melakukan tahapan hingga 23 Juni.

"Kalau berdasar hitung-hitungan, tahapan pemilu bisa dilakukan. Tergantung anggaran,"katanya lagi. Rencana pemilihan umum tanggal 23 Juni 2010 juga tidak dipermasalahkan anggota KPU Bulukumba. Menurut Divisi Data dan Informasi Penyelenggara Pemilu KPU Bulukumba, Mawardi, pihaknya selalu siap melaksanakan Pilkada. Cuma, katanya, penundaan saat ini akibat anggaran yang tidak ada.

"Kita tekankan bahwa KPU Bulukumba selalu siap melaksanakan Pilkada. Mana mungkin kita mengambil resiko melanjutkan tanpa dana,"katanya. Sehingga menurut Mawardi, semua keterlambatan saat ini bisa dikejar asal dana Pemilu sudah jelas.

Adapun tahapan Pilkada yang tertunda saat ini adalah Pemuktahiran Data Pemilih, Sosialisasi Pilkada dan verifikasi faktual pada tahapan pencalonan. "Kita tidak bisa melakukan Pemuktahiran Data Pemilih karena tergantung anggaran. Belum lagi seharusnya sudah dilakukan Sosialisasi Pilkada ke masyarakat,"tegasnya. Pada monitoring kemarin di Bulukumba, Syamsir Rahim juga didampingi oleh Divisi Hukum KPU Sulsel Lomba Sultan.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Bulukumba, Ali Saleng, yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, pemkab siap mengucurkan anggaran pilkada yang diminta KPU sebesar Rp13 miliar lebih. " Kapan saja KPU butuh, bisa langsung dikucurkan," katanya.
Dia mengatakan, sebenarnya naskah hibah pinjaman daerah (NHPD) untuk anggaran pilkada, sudah disetujui. Hanya, pada pertemuan itu, bupati tidak berada di Bulukumba.
Selengkapnya >>

Rabu, 03 Februari 2010

Sekwan Menghadap BPK Makassar

Terkait Tuntutan Tunjangan Gaji Mantan Anggota DPRD

SINJAI-RB. Rencana Sekertaris Dewan Sinjai (Sekwan) Andi M Dahlan mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Makassar dalam waktu dekat ini, bukan karena memenuhi panggilan. Namun atas inisiatif sendiri untuk menanyakan jalan keluar dari tuntutan mantan anggota DPRD periode lalu atas gaji tunjangan bulan Oktober 2009.

Memang, pekan ini Sekwan sudah menerima Fatwa Mahkamah Agung (MA) dari mantan anggota DPRD yang menuntut gajinya. Namun, menurut Andi M Dahlan, itu belum jelas maksudnya.

"Iya, kita telah menerima Fatwa itu, kita akan usahakan tapi belum jelas maksudnya. Olehnya itu, saya akan ke BPK Makassar untuk konsultasi tentang itu,"ujarnya saat dihubungi Radar Bulukumba via telpon .

Menurut Sekwan isi Fatwa MA tersebut menyebutkan bahwa hak-hak dan kewajiban Anggota DPRD lama tetap diperhatikan untuk menjaga kefakuman atau kekosongan. tentang maksud fatwa tersebut, dirinya juga akan menanyakan langsung ke MA.

Sekwan mengakui kalau gaji mantan anggota DPRD periode lalu dipending. Hal itu karena adanya larangan dari Departemen Dalam Negeri.

Lanjut Sekwan, mantan anggota DPRD saat ini menuntut gaji bulan Oktober sejumlah Rp 260 juta untuk 30 mantan anggota DPRD. (mj)
Selengkapnya >>

Kopi Borong Penuh Inovasi dan Obsesi

Siap Bersaing di Luar Sulsel

Bagi warga Sinjai yang gila kopi, tentu pernah merasakan aroma Kopi Borong. Kemasan yang modern adalah hasil obsesi bertahun-tahun.

Berawal dari usaha coba-coba delapan tahun lalu, tak tahunya menjadi industri rumah tangga. Begitulah kesan pemilik Usaha Kopi Borong kepada Syamsul Bahri kepada radar Bulukumba, Rabu 3 Februari 2010. Menurut ayah 4 anak ini, usahanya dirintis secara serius tahun 2002, setelah mengamati respon masyarakat yang sangat mendukung.

Dengan semangat pantang menyerah, berbagai masalah pun dilalui. Kopi Borong akhirnya mendapat bantuan pemerintah berupa modal dan mesin bubuk kopi.

Sejak adanya mesin tersebut, produksi Kopi Borong meningkat hingga 100 pcs per hari (kemasan,red). Padahal sebelumnya lebih kurang 10 pcs perhari.

"Saya mulai kerja tahun 2002. Belum ada mesin. Itupun saya kerja dirumah,"ungkapnya.

Memang dari pengakuannaya, saat ini dia mendapat bantuan Dinas Perdagangan termasuk gedung tempat produksi Bubuk Kopi.

Namun menurutnya itu belum tentu sudah maksimal. Pasalnya, mesin yang diberikan bukan keluaran baru. Sehingga baginya, masih kurang modern.

"Kendalanya itu, kadang kita membuat kopi pakai mesin, tapi tidak punya standar. Kadang bubuk kopi tidak rata,"ujarnya.

Saat ini, Usaha Kopi Borong mampu memproduksi kurang lebih 3000 kg per bulannya. Itupun masih kurang dibanding permintaan pelanggan. Menurtnya, saat ini pelanggannya tersebar di Kabupaten Sinjai. Bahkan dijual di Bandara Sultan Hasanuddin Maklassar sebagai salah satu oleh-oleh Sulawesi Selatan.

Meski namanya tak sepopuler dengan kopi produksi perusahaan besar, namun inovasi terus dikembangkan. Termasuk kemasan dan Manajemen. Menurut Syamsul, sejak tahun 2009 lalu, kemasan sudah berganti dari plastik biasa menjadi Aluminium Foil.

"Sekarang kita selalu berinovasi meski hanya kecil. Jangan liat kecilnya tapi hasilnya. Mungkin kami hanya kurang modal untuk membuat perusahaan besar,"katanya.

Selain kemasan, Usaha Kopi Borong tak melupakan namanya manajemen. Dia saat ini mulai mencari peluang agar bisa menjadi usaha besar. Termasuk manajemen produksi hingga pemasaran.

"Kami selalu belajar manajemen. Sehingga ada bekal menjaga dan memperbaiki mutu. Apalagi kita sudah memiliki 4 tenaga kerja,"ujarnya.

Saat ini Kopi Borong telah mmeproduksi dalam 2 kemasan kopi. Masing-masing 100 dan 200 gram per pcs. Kedepannya, mereka akan menjual kopi ke luar Sulawesi Selatan.

"Itu adalah target kita. Tinggal memperbaiki manajemen pemasaran dulu,"ujarnya.(m2)
Selengkapnya >>

Petani Rumput Laut 'Menjerit'

Butuh Bantuan Pemerintah Basmi Hama

SINJAI-RS. Puluhan petani rumput laut yang berada di Desa Kambuno Kecamatan Pulau Sembilan 'menjerit' akibat hama melanda tanamannya. Petani mengaku gagal panen dan rela menanggung resiko kerugian. Hal tersebut diutarakan Kasman, salah seorang petani rumput laut di desa Kambuno Pulau Seribu. Menurutnya, rumput laut yang ditanam hanya bisa bertahan hingga 15 hari. Melewati hari tersebut, lanjutnya, batang tanaman rumput lautnya akan berwarna kuning. Sehingga rumput laut akan rontok jika sudah memasuki hari ke-25.

"Kalo masuk hari ke-25, biasa jatuh-jatuh. Mungkin kena hama,"ungkapnya kepada Radar Sinjai Selasa (2/2) kemarin.

Akibat hama tersebut hasil panen berkurang drastis dibanding tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, setiap petani hanya memanen maksimal 1 ton. Padahal tahun 2007, mampu menghasilkan ratusan ton.

"Dulu kita bisa panen ratusan ton. Sekarang biar satu ton tidak ada padahal bibitnya belum dibayar,"katanya.

Memang tahun 2007 lalu, petani Rumput laut di desa ini mampu menghasilkan ribuan ton. Bahkan menurut Kasman pernah menjual rumput laut hingga miliaran rupiah. Lantas mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten sebesar Rp 700 hingga Rp 800 juta. Namun sekarang mereka hanya mendapat bantuan Rp 80 juta karena produksi berkurang.

"Kita sekarang tinggal mendapat bantuan 80 juta. Itupun macet-macet. Karena gagal panen terus,"keluh Kasman.

Memang, rumput laut adalah salah satu komoditi yang diharapkan menjadi sumber pemasukan di Kabupaten Sinjai. Namun, masalah yang dihadapi petani ini, belum mendapat solusi. Kasman mengaku tidak pernah diperhatikan pemerintah. Pada dia telah berkali kali meminta bantuan untuk mendeteksi hama atau penyebab rontoknya tanaman rumput lautnya.

"Sudah berkali-kali saya tanyakan. Tapi belum ada solusinya,"ungkapnya. (mj)
Selengkapnya >>

 

Home | Free Host 000webhost | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

Bojebook ©  | Powered : Blogger